11 September 2010

BENUA ANTLANTIS YANG HILANG ITU TERNYATA INDONESIA ?




Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.



Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.


Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
[Sumber: : Forum kaskus.com dan Wikipedia Online]

10 September 2010

Bahasa Indonesia masuk 10 besar bahasa terpopuler di Dunia

Bahasa bisa dibilang adalah salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Tuhan. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika dunia tanpa bahasa, setiap orang tidak akan bisa mengerti apa yang telah diucapkannya. Sekarang ini ada sekitar 6912 bahasa yang dipakai di seluruh dunia. Diantara sekian banyak bahasa tersebut ada 10 bahasa yang banyak digunakan di dunia ini. Berikut adalah 10 bahasa yang banyak digunakan di dunia, diurut dari yang paling banyak digunakan :

1. Bahasa Mandarin

Tak salah lagi, Bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak dituturkan orang di seluruh dunia. Jumlah penduduk di China/Tiongkok saat ini diperkirakan hampir mencapai 1,4 milyar juta jiwa. Dari jumlah ini, semuanya diwajibkan bertutur kata resmi dalam satu bahasa yaitu Bahasa Mandarin. Belum lagi, para imigran Tionghoa di berbagai penjuru dunia yang setia menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa sehari-harinya.

* Jumlah penutur: sekitar 1,5 milyar jiwa.
* Jenis aksara: Karakter Cina
* Negara penutur: Cina dan komunitas keturunan Cina lainnya di seluruh dunia. Bahasa resmi PBB.

2. Bahasa Inggris

Nah, ini dia bahasa paling populer di dunia sekaligus bahasa yang paling banyak diadopsi menjadi bahasa resmi di beberapa negara dan organisasi internasional. Tercatat ada 53 negara dan 10 organisasi internasional yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Selain itu, hampir semua negara di dunia menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya masing-masing.

* Jumlah penutur: sekitar 500 juta jiwa
* Jenis aksara: Latin
* Negara penutur: Inggris Raya, AS, Afrika Selatan, Antigua & Barbuda, Australia, Bahama, Bangladesh, Barbados, Belize, Botswana, Brunei Darussalam, Dominika, Ethiopia, Eritrea, Fiji, Filipina, Gambia, Ghana, Grenada, Guyana, Hong Kong, India, Irlandia, Jamaika, Kamerun, Kanada, Kenya, Kiribati, Lesotho, Liberia, Malawi, Maladewa, Malta, Marshall Kepulauan, Maritius, Micronesia, Namibia, Nauru, Nigeria, Pakistan, Palau, Papua Nugini, Rwanda, Saint Kitts & Nevs, Saint Lucia, Saint Vincent & Grenada, Samoa, Selandia Baru, Seychelles, Sierra Leone, Singapura, Solomon Kepulauan, Somalia, Sri Lanka, Swaziland, Tanzania, Tonga, Trinidad & Tobago, Tuvalu, Uganda, Vanuatu, Zambia, Zimbabwe. Organisasi Internasional: PBB, Uni Eropa, Persemakmuran, CoE, NATO, NAFTA, OAS, OIC, PIF, UKUSA, dll.

3. Bahasa Hindi

India memang unik! Bayangkan saja, negara ini punya penduduk terbanyak kedua di dunia, film-film Bollywood, Taj Mahal, Raja Asoka yang Agung, Mahatma Gandhi.... ehh, ternyata India tidak memiliki bahasa nasional resmi. Bahasa Hindi yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat India hanya diakui sebagai bahasa resmi sehari-hari bersama bahasa Inggris dan bukan sebagai bahasa nasional oleh konsitusinya.

* Jumlah penutur: sekitar 497 juta
* Jenis aksara: Devanagari
* Negara penutur: India, AS (100.000 jiwa), Mauritius (685.170 jiwa), Afrika Selatan (890.292), Yaman (232.760 jiwa), Uganda (147.000 jiwa), Singapura (5.000 jiwa), Selandia Baru (20.000 jiwa), Jerman (30.000 jiwa), Fiji, Nepal, Suriname, Trinidad & Tobago, Guyana dan Uni Emirat Arab.

4. Bahasa Spanyol

Setelah Portugal menguasai jalur-jalur maritim di Asia, Afrika dan Amerika pada abad ke 15, gantian Spanyol yang mendominasi wilayah-wilayah tersebut sejak abad ke 16 dan 17. Akibatnya, banyak kebudayaan Spanyol yang tertancap kuat di sana. Saat ini, Bahasa Spanyol banyak dipakai sebagai bahasa resmi negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. Selain itu, bahasa Spanyol juga banyak dituturkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang berbatasan dengan Meksiko. Bahkan beberapa kosa kata bahasa Inggris dipinjam dari bahasa Spanyol seperti tornado, bonanza, patio, quesadilla, Enchilada, dan taco grande supreme, dll.

* Jumlah penutur: sekitar 400 juta
* Jenis aksara: Latin
* Negara penutur: Spanyol, Argentina, Bolivia, Chile, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, Guinea Katulistiwa, Guatemala, Honduras, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Mexico, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Puerto Rico, Uruguay, Venezuela

5. Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia dan merupakan bahasa yang digunakan dalam Al Qur’an. Bahasa Arab banyak meminjamkan kosa katanya ke sejumlah bahasa di Eropa utamanya bahasa Spanyol, Portugis dan Sisilia. Bahasa Arab, seperti juga bahasa Ibrani dan Persia memakai sistem penulisan aksara dari kanan ke kiri. Sejak tahun 1974, bahasa Arab digunakan sebagai salah satu bahasa resmi di PBB.

* Jumlah penutur: sekitar 300 juta orang
* Jenis aksara: Arab
* Negara penutur: Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Sahara Barat, Yaman, Mauritania, Senegal, Mali. Bahasa resmi PBB

6. Bahasa Rusia

Mikhail Gorbachev, Vladimir Putin, Roman Abramovich, Anna Kournikova, dan si cantik Maria Sharapova adalah para penutur bahasa Rusia yang kita sudah kenal lewat berbagai pemberitaan media. Namun, selain mereka tentu saja ada 270-an juta orang lainnya yang menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi.

* Jumlah penutur: sekitar 278 juta jiwa
* Jenis aksara: Cyrillic
* Negara penutur: Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova. Bahasa resmi PBB

7. Bahasa Melayu (Termasuk Bahasa Indonesia)

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu... Bahasa Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu ternyata berada pada urutan ke 7 dengan jumlah penutur sekitar 259 juta orang. Hitungan kasar ini didapatkan dari perkiraan jumlah penduduk Indonesia tahun 2009 yang mencapai 230 juta jiwa ditambah penduduk Malaysia 28 juta, penduduk Brunei 388 ribu serta sebagian kecil penduduk Thailand, Singapura dan Timor Timur. Jumlah ini mungkin bisa bertambah karena sejak tahun 2007 Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua di Vietnam.

Fakta menarik tentang bahasa Indonesia:

* Bahasa Indonesia menduduki peringkat 3 di Asia dan peringkat ke 26 di dunia dalam hal Tata bahasa terumit di dunia.
* Bahasa Indonesia juga mendunia di dunia maya, buktinya wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki peringkat 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia dan peringkat 3 di asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin, selain itu bahasa Indonesia menjadi bahasa ke 3 yang paling banyak digunakan dalam postingan blog di wordpress.

8. Bahasa Portugis

Portugal memang hanyalah sebuah negara yang kecil dan bisa dikatakan salah satu negara miskin di Eropa. Namun pada abad ke 15, Portugal merupakan bangsa yang besar karena merekalah yang pertama-tama melakukan penjelajahan maritim ke berbagai penjuru dunia. Berkat jasa para penjelajah seperti Vasco da Gama, Henry the Navigator, Afonso de Albuquerque dan Pedro Álvares Cabral, Portugal menguasai wilayah-wilayah penting di Asia, Afrika dan Amerika Selatan dan kemudian menanamkan pengaruh kebudayaannya di sana.

* Jumlah penutur: sekitar 240 juta jiwa
* Jenis Aksara: Latin
* Negara Penutur: Portugal, Brazil, Angola, Cape Verde, Timor Timur, Guinea-Bissau, Makau, Mozambique, São Tomé e Príncipe.

9. Bahasa Bengali

Bangladesh adalah sebuah negara dengan wilayah geografis yang kecil, tapi jumlah penduduknya mencapai 162 juta orang. Bahasa resmi Bangladesh adalah Bahasa Bengali. Karena wilayah Bangladesh hampir seluruhnya berbatasan dengan India maka jumlah penutur bahasa Bengali meluas hingga ke beberapa wilayah India.

* Jumlah penutur: Sekitar 230 juta jiwa
* Jenis Aksara: Bengali
* Negara Penutur: Bangladesh, India

10. Bahasa Perancis

Bahasa yang sering disebut-sebut sebagai bahasa paling romantis di dunia ini selain digunakan di Perancis juga menjadi bahasa resmi di beberapa negara yang pernah dijajahnya. Bahasa Perancis juga adalah salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selain bahasa Inggris, Mandarin, Rusia, Spanyol dan Arab.

* Jumlah penutur: sekitar 200 juta jiwa
* Jenis Aksara: Latin
* Negara Penutur: Perancis, Monaco, Kanada, Swiss, Belgia, Luxemburg, Benin, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Afrika Tengah, Chad, Komoro, Kongo/Zaire, Pantai Gading, Djibouti, Guinea, Guinea Katulistiwa, Gabon, Guernsey, Madagaskar, Mali, Mauritius, Niger, Rwanda, Senegal, Seychelles, Togo, Haiti, Lebanon, Kaledonia Baru, Vanuatu. Polynesia, Martinique, Guadalupe. Bahasa resmi PBB.

SUMBER = http://15meh.blogspot.com/ dan http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4804199

6 September 2010

Kereta Api Malabar! Romantisme Aremania dan Bobotoh

Supporter – Kereta Api Malabar, yang mengabadikan secara akronim kedua nama kota yaitu Malang dan Bandung, adalah sebuah inspirasi tersendiri bagi nawak-nawak Aremania di Bandung yang tergabung dalam Arema Parahyangan. Sejarahnya, KA Malabar yang mulai beroperasi sejak 30 April 2010 lalu, merupakan bekas KA Parahyangan yang berhenti beroperasi pada tanggal 27 April 2010 karena dianggap sudah tidak menguntungkan lagi.

KA Malabar yang melayani jalur Malang – Bandung, merupakan rangkaian kereta unik, dengan 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis, dan 2 gerbong ekonomi. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung setiap pukul 15.30 WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 8.11 WIB. Dari Stasiun Malang berangkat pukul 13.30 WIB dan tiba di Stasiun Bandung pukul 08.37 WIB.

Kereta Api Malabar, penghubung transportasi Malang dan Bandung

KA Malabar menjadi simbol hubungan kedua kota yang mempunyai keterikatan emosi yang cukup kuat dengan Arema Parahyangan. Malang sebagai kota kelahiran, tempat asal, dan kampung halaman, sedangkan Bandung adalah tempat untuk menimba ilmu, mencari rejeki, dan melanjutkan hidup. Menempuh perjalanan darat selama 17 jam, dengan ongkos murah, dan kenyamanan yang tidak kalah dengan transportasi lain, membuat KA Malabar menjadi pilihan untuk mencapai Malang dari Bandung, dan begitu pula sebaliknya.

Menjadi Aremania di basis Bobotoh, sebuah hal unik yang menjadi salah satu kebanggaan kami sebagai Aremania perantauan. Kami dapat hidup berdampingan dengan Bobotoh yang seolah-olah dilahirkan memang untuk menjadi pendukung fanatik Maung Bandung. Tak kalah fanatiknya dengan gnaro Ngalam yang juga menjadi pembela setia Singo Edan.

Namun dengan segala isu yang berkembang akhir-akhir ini, membuat kami sedikit banyak merasa tidak nyaman. Ketidaktentraman tersebut menyusul akibat kurang harmonisnya kedua suporter yang dahulunya tidak punya sejarah pertikaian sama sekali. Sejak awal kompetisi musim 2009/2010, dengan segala argumentasi siapa yang memulai kemelut terlebih dahulu, tentu masing-masing pihak merasa bahwa kubunya-lah yang menjadi korban oleh pihak satunya. Apabila hal ini terus-menerus diungkit-ungkit hanya untuk mencari kambing hitam, maka tidak akan ada penyelesainnya, justru kemelutlah yang semakin meruncing.

Mungkin KA Malabar belum dapat menyaingi ketenaran KA Matarmaja yang beberapa kali menjadi sejarah sebagai sarana transportasi perjuangan Aremania mendukung tim kebanggaan Arema Indonesia dalam laga kandang di ibu kota dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Namun, besar harapan agar KA Malabar dapat menghubungkan kedua suporter biru berbeda kota tersebut. KA Malabar mampu menjadi kereta cinta penuh perdamaian untuk Aremania dan Bobotoh.

Berakhirnya musim kompetisi 2009/2010 ini, tak membuat dinamisasi kedua suporter terhenti. Baik secara individu maupun kelompok, Arema Parahyangan melakukan pendekatan-pendekatan kepada Bobotoh, pun sebaliknya. Keberadaan Arema Parahyangan yang semakin solid di Bandung telah diketahui oleh Bobotoh, tepatnya beberapa pentolan Viking Persib Club. Respon mereka pun cukup hangat mengetahui bahwa di daerahnya terdapat sekumpulan Aremania, pendukung setia Arema Indonesia. Aremania di Bandung telah bergerak, lalu bagaimana dengan nawak-nawak di Ngalam khususnya?

Terlepas dari kedekatan masing-masing suporter biru dengan suporter warna lain, sehingga hampir terlihat menjadi dua blok yang saling berseberangan. Hendaknya kedua suporter biru ini menjadi peredam segala kemelut, bukan semakin memperparah keadaan. Permasalahan dengan suporter lain cukup menjadi masalah satu suporter saja. Dalam hal ini bukan berarti kami menyetujui permusuhan antar suporter! Hanya untuk meminimalisir gesekan dengan suporter yang sebelumnya tidak punya sejarah permusuhan, Aremania dan Bobotoh misalnya. Kultur kedua suporter biru yang hampir sama hendaknya menjadi pemersatu di atas segala perbedaan.

Segala kesalahpahaman yang pernah terjadi ketika laga di Malang, maupun dalam tour Jakarta (30 Mei 2010) tidak secara serta merta dilakukan oleh masing-masing suporter. Kurangnya komunikasi dan kesan ‘membiarkan’ gesekan-gesekan kecil di kalangan grass root ini menyebabkan sebuah trauma yang cukup sulit dihilangkan bagi suporter. Sehingga butuh waktu dan usaha keras untuk benar-benar menjadikan hubungan Aremania – Bobotoh seperti sedia kala, yang guyub, rukun dan harmonis!

Secara pribadi Arema Parahyangan cukup jengah dengan yel-yel rasis yang terjadi pada tanggal 18 Juli 2010 saat penayangan langsung pertandingan 8 besar Piala Indonesia antara Arema Indonesia dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Kami menyesalkan nyanyian yang jelas-jelas didengarkan oleh Bobotoh (dalam hal ini Viking). Mungkin hal tersebut cukup biasa sebagai dinamisasi suporter di lapangan, namun bagi Arema Parahyangan yang cukup ‘baik-baik saja’ selama hidup berdampingan dengan Bobotoh, ikut merasakan tersentil dengan yel-yel tersebut. Kami tahu, paling tidak ada pihak-pihak yang merasa tersakiti. Sama halnya dengan kami yang juga merasa sama tersakiti kala mendengar rasisme di Stadion Siliwangi maupun Stadion Si Jalak Harupat. Lalu sampai kapan tindakan yang ‘terlalu kreatif’ ini akan berlanjut?

Ketika Arema Indonesia memenangkan pertandingan dalam leg pertama tersebut, beberapa Bobotoh mengucapkan selamat kepada kami. Kami membalasnya dengan ucapan minta maaf atas ulah nawak-nawak di stadion. Toh, pada kenyataannya hubungan Aremania – Bobotoh di Bandung masih dalam kondisi bersahabat. Walau ada saja yang anarkis secara verbal terhadap kami, itu pun kami yakin bahwa yang berbuat seperti itu adalah suporter yang tidak dewasa, dan tidak mengenal kami secara personal. Pada intinya, kami dapat hidup berdampingan dengan Bobotoh, di Bandung, kota mereka.

Semoga dengan dibukanya akses Malang – Bandung secara langsung dengan KA Malabar ini menjadi babak baru dimulainya pendewasaan suporter. Aremania dapat berkunjung ke Bandung, begitu pula Bobotoh dapat leluasa mengunjungi Aremania, ketika tidak sedang bertanding sekalipun!

Mohon nawak-nawak Aremania dimanapun berada dapat merespon tulisan berdasarkan kondisi nyata ini, sebagai upaya perdamaian antar Aremania dan Bobotoh. Jangan sampai kedua suporter ini menjadi korban propaganda pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ingat, kita adalah suporter, bukan gangster! Jabat Erat, Kabeh Dulur!

 

Design By:
SkinCorner