18 Desember 2010

Bermain-main dengan PETIR!! Anda berani?? **PICS** Keren!!

MAIN MAIN SAMA PETIR ???!!!
Jangan ditiru sembarangan tanpa didampingi yg ahli yaa ???

RESEP NYA...PAKE ALAT YG INI GAN...

Tesla coil

Sebuah kumparan Tesla adalah jenis transformator resonan rangkaian diciptakan oleh Nikola Tesla sekitar 1891.Ini digunakan untuk menghasilkan tinggi tegangan, rendah arus, tinggi frekuensi arus bolak-balik listrik.Tesla bereksperimen dengan sejumlah konfigurasi yang berbeda dan mereka terdiri dari dua, atau kadang-kadang tiga, ditambah resonan sirkuit listrik. Tesla coil ini digunakan untuk melakukan eksperimen yang inovatif dalam listrik pencahayaan, fosfor, x-ray generasi, frekuensi tinggi arus bolak-balik fenomena, elektroterapi, dan transmisi energi listrik tanpa kabel.



Awal desain transformator kumparan Tesla menggunakan menengah tegangan tinggi-sumber daya, satu atau lebih tegangan tinggi kapasitor (s), dan celah elektroda untuk membangkitkan multi-lapisan primer induktor dengan semburan periodik arus frekuensi tinggi.Ganda-lapisan sekunder transformator kumparan Tesla senang dengan resonan coupling induktif, primer dan sekunder sirkuit kedua yang dicari sehingga mereka beresonansi pada frekuensi yang sama (biasanya, antara 25 kHz dan 2 MHz).
Yang kemudian dan kekuasaan yang lebih tinggi desain kumparan memiliki satu-lapisan primer dan sekunder.
Kumparan Tesla ini sering digunakan oleh penggemar dan di berbagai tempat seperti sains museum lama untuk menghasilkan bunga api.



Tesla coil sirkuit yang digunakan secara komersial pada sparkgap pemancar radio untuk telegrafi nirkabel sampai tahun 1920-an, dan di elektroterapi dan peralatan medis seperti sinar ungu. Hari ini penggunaan utama mereka adalah menampilkan hiburan dan pendidikan.Kumparan tesla dibangun oleh banyak penggemar tegangan tinggi, lembaga penelitian, ilmu pengetahuan museum dan peneliti independen. Kumparan Tesla diubah secara luas digunakan sebagai kekuatan tinggi igniters lampu lucutan gas, contoh umum menjadi uap merkuri dan natrium jenis yang digunakan untuk penerangan jalan.Meskipun sirkuit elektronik pengendali telah dikembangkan, Tesla celah elektroda asli desain lebih murah dan telah terbukti sangat handal.

persi lengkapnya, lihat di sumber aja deh

Gedung Transparan Yang Mengerikan

Ada yang berani mencoba h?
kalau berani silakan ke Chicago dan cari sendiri...














15 Desember 2010

Fenomena Angka 1 - 10

Setiap bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Empat adalah penyebutan kita bangsa Indonesia untuk simbol angka 4. Di negara lain menyebutnya Four (inggris), vier (jerman), quattro (itali), dan sebagainya.
Ternyata angka atau bilangan dengan menggunakan bahasa Indonesia memiliki struktur atau pola yang unik dan mungkin tidak akan ditemukan di bangsa lain. Hanya di Indonesia. Itulah Fenomena Angka Indonesia.

Bahkan untuk bahasa daerah di Indonesia, setiap daerah menyebutkan angka-angka yang sebagian ada yang sama dengan bahasa Indonesia, ada pula yang berbeda penyebutan dalam bahasa daerahnya masing-masing. Misal Angka 4 di jawa tengah disebut Papat, di Jawa Barat di sebut Opat, di Sumatra Barat disebut Ampek, dan seterusnya.

Perhatikan deret angka 1 - 10 dibawah ini :

1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan



Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila djiumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh. Tujuh dan Tiga, hasil penjumlahan adalah 10, dan seterusnya, kecuali angka Lima yang tidak memiliki saudara, tetapi, jika 5 + 5 = ???

Fenomena Angka Indonesia lainnya adalah ternyata huruf awal penyebutan Angka juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S. Yang pernah membaca Matematika Alam Semesta, perlu ditambahkan bahwa 19 adalah angka TUHAN.

Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).

Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).

Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).

Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.

Ternyata, tidak pakai matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka anda bisa melihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pakai font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Anda pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipaksakan sekali).

Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka.

Mohon artikel ini jangan dipandang serius, karena penjelasan diatas sebenarnya "pemaksaan pembenaran" saja, dan penilaian pola-polanya juga tidak seragam. Itulah Indonesia dengan segala kreatifitasnya, menghubungkan segala sesuatu menjadi mungkin dan logis.

Read more: Fenomena Angka 1 - 10 :: Dudi Jaya http://www.dudioke.co.cc/2010/12/fenomena-angka-1-10.html#ixzz18EzINNSP

 

Design By:
SkinCorner