27 Desember 2010

Lubang - Lubang Antartika dan Misterinya

Ketika saya sedang menjelajah bumi dengan menggunakan Google Earth, secara tidak sengaja saya menemukan sesuatu yang menarik ketika sampai di Antartika. Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah obyek yang tampak seperti sebuah lubang yang besar. Setelah saya mencari tahu lebih lanjut, ternyata obyek yang saya peroleh sudah beredar di dunia maya sejak dulu.


Setelah saya mencari informasi lewat Google, ternyata gambar yang saya peroleh ini sudah menyebar cukup lama di dunia maya. Berikut gambar yang saya peroleh, dengan koordinat 66°33’11.90″S 99°50’19.05″E.


Quote:
Dan inilah foto yang sudah beredar di dunia maya, koordinat 66 33' 11.58"S 99 50' 17.86"E.

Quote:




Tampak mirip bukan, dan pastinya pembaca pasti sudah pernah melihat lubang tersebut karena sudah banyak web yang membahas lubang itu, hanya arahnya saja yang berbeda dengan gambar yang saya ambil. Jika anda melihat gambar yang saya ambil, tampak lubang tersebut menganga ke bawah, seolah lubang itu seperti sebuah sumur tanpa dasar. Namun, jika anda melihat gambar yang kedua, lubang itu tampak seperti sebuah gua dengan ukuran yang besar. Dua gambar tersebut kemungkinan berasal dari database yang sama, yaitu data pencitraan tahun 2006, saya penasaran, bagaimana jika dilihat dengan menggunakan database yang baru, apakah lubang tersebut masih sama bentuknya atau sudah berubah. Salah satu member forum ATS bahkan menyertakan analisanya dalam foto tersebut, berikut adalah fotonya.

Quote:
Ia menduga bahwa lubang atau gua misterius tersebut merupakan pangkalan rahasia karena ia menemukan semacam jejak atau bekas sesuatu yang keluar dari lubang tersebut, berikut adalah analisanya.

Quote:
Sekarang, kita amati lagi posisi sebenarnya dari lubang tersebut.Berikut adalah gambar posisi lubang itu sebenarnya.

Quote:
Jika dilihat dari gambar diatas, tampak jika lubang tersebu terletak di bagian pegunungan, walaupun tidak terlalu terjal, jadi menurut saya, jejak yang keluar dari lubang tersebut mungkin berasal dari luncuran salju yang tertimbun di mulut lubang tersebut, namun ini hanya pendapat sekilas saya, memang harus dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lubang ini.

Lubang misterius yang lain juga ditemukan di bagian Antartika yang lain. Pada koordinat 66 36' 12.58"S 99 43' 12.72"E, Sebuah lubang yang juga muncul dari daerah pegunungan Antartika. Meskipun tidak sebesar lubang yang pertama, namun keberadaan lubang ini juga mengundang banyak tanya.

Quote:


Lalu, lubang apakah itu sebenarnya? beberapa member dalam ATS mengatakan jika lubang tersebut mungkin disebabkan oleh fenomena Crevasse. Crevasse merupakan fenomena alam yang terjadi di Antartika. Crevasse merupakan sebuah retakan yang terjadi pada permukaan es atau glasier, namun pendapat ini mendapat sanggahan karena crevasse tidak pernah terjadi di daerah bebatuan atau pegunungan, jadi asal usul mengenai lubang tersebut masih menjadi tanda tanya.

Quote:
Selain itu, berbagai keanehan lain ditemukan di Antartika, salah satunya adalah gambar ini.

Quote:
PAda gambar tersebut, obyek yang dilingkari merah diduga merupakan sebuah bangkai kapal atau kapal selam. Walaupun sepertinya hanya kebetulan semata, namun bentuknya yang tampak tidak natural menjadi pertanyaan banyak kalangan, tetapi mayoritas mengatakan jika bentuk tersebut hanya kebetulan terbentuk oleh alam.

Quote:
Obyek yang dilingkari merah tersebut juga diduga merupakan bangkai pesawat yang terkubur dalam es, walau saya pribadi tidak melihat adanya keanehan pada gambar tersebut.

Last, member ATS tersebut kemudian mencoba menarik garis antara keempat obyek misterius yang ditemukan itu, dan ia mendapatkan sebuah garis lurus. Apakah keempat obyek tersebut saling berkaitan satu sama lain?

Quote:
sumber: [code]http://vahn-saryu1.blogspot.com/2010/12/lubang-lubang-antartika-dan-misterinya.html[/code]

10 Kemampuan Luar Biasa Orang Indigo


Kehadiran orang Indigo di bumi diyakini sejak manusia pertama muncul � ini berarti semua manusia keturunan orang Indigo. Di masa awal kehidupan pra sejarah manusia hanya mengandalkan kemampuan yang ada pada dirinya untuk menghadapi kekerasan alam. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang, satu-satunya cara mempertahankan diri untuk menjaga kelangsungan hidup di bumi adalah dengan menggunakan secara optimal semua anggota tubuh yang ada.

Bagian terlemah dari tubuh manusia tapi memiliki kekuatan pengendalian terbesar adalah otak. Organ lembek yang harus dilindungi tulang tengkorak keras ini merupakan pusat perintah, kendali, dan pengatur keseluruhan organ tubuh dan triliyunan sel lainnya (sekitar 100 triliyun sel yang membentuk tubuh manusia).

Ketiadaan peralatan pada masa itu memaksa manusia berpikir menggunakan otaknya untuk menembus rintangan alam. Selain menciptakan peralatan sangat sederhana seperti batu pemantik api, senjata dari batu, perangkap binatang, pakaian dari kulit binatang buruan yang berbulu, dan lain sebagainya, manusia juga mengembangkan kemampuan organ tubuh terutama panca indranya.

Kekuatan daya sensor panca indra meningkat karena secara alami dibutuhkan, misalnya mata untuk melihat binatang buruan yang berada di tempat jauh, telinga untuk mendengarkan suara binatang buas yang berbahaya pada malam hari, penciuman untuk mengendus bau air di tengah padang pasir dan lain-lain. Peningkatan kekuatan daya sensor panca indra ini berlangsung terus-menerus karena sering dipergunakan, dan apabila sampai pada suatu kondisi puncak tertentu kemampuannya bisa sangat mencengangkan.

Mengindera dengan otak
Proses pengindraan dengan alat indrawi adalah kegiatan sensor informasi dengan menggunakan alat bantu. Tingkat kekuatan alat bantu, seperti mata, telinga, hidung, lidah dan kulit � yang sering disebut panca indra � sangat menentukan hasil pengindraan yang dicapai. Alat indra yang lemah atau rusak tidak bisa menghasilkan proses pengindraan yang baik. Begitu juga tingkat kemampuan sistem syaraf pusat dengan ujung-ujung syarafnya ikut menentukan proses penghantaran sinyal-sinyal listrik statis dari alat indra ke otak.

Pada orang indigo fungsi alat bantu panca indra dikurangi dan sebagai gantinya digunakan pengindraan langsung oleh otak dengan tugas sensor dibantu oleh ujung-ujung syaraf di tepi otak bagian luar. Ujung-ujung syaraf otak ini menangkap secara langsung pancaran gelombang yang mendatanginya dan mengirimkannya menjadi sinyal-sinyal listrik untuk diolah di otak.

Gelombang otak
Dalam melakukan kegiatannya otak menggunakan energi dari tubuh yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Tegangan listrik yang dibutuhkan oleh otak untuk bekerja hanya 1/10 volt. Dengan sinyal-sinyal listrik inilah otak bekerja menerima, mengolah dan menyampaikan informasi. Semua kegiatan otak ini berlangsung di sel-sel yang jumlahnya 1 triliyun, 100 milyar sel aktif dan 900 milyar sel-sel penghubung.

Dalam melakukan kegiatannya otak memancarkan gelombang yang disebut gelombang otak. Gelombang otak ini dibedakan menurut frekuensinya, yaitu Gamma (berfrekuensi 16-100 Hz), Beta (12-19 Hz), Alpa (8-12 Hz), Theta (4-8 Hz), Delta (0,5-4 Hz) dan yang terakhir ditemukan oleh Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A . ,dari Neuroacoustic research, bahwa masih ada gelombang otak dengan frekuensi dibawah delta, atau dibawah 0.5 hz, yakni gelombang Epsilon. Semua gelombang tadi merambat di udara dengan kecepatan cahaya sebesar 299.792,46 kilometer per detik.

Gelombang otak inilah yang ditangkap oleh sensor di otak orang Indigo sebagai pembawa informasi dan dipancarkan kembali sebagai bentuk penyampaian informasi atau perintah. Gelombang otak berfrekuensi sangat rendah, sehingga mudah dipantulkan oleh penghalang, seperti partikel debu dan akan tersebar sehingga mudah dikumpulkan. Kebanyakan otak orang Indigo bekerja di gelombang dengan frekuensi sangat rendah (Alpha ke bawah).

Kemampuan yang tidak umum dan aneh berikut ini sering dihubung-hubungkan dengan mistik. Padahal kemampuan ini murni kelebihan daya kerja otak dari manusia secara umum, hingga mampu terhubung dengan dimensi yang lebih tinggi.


__________________

24 Desember 2010

Jangan spelekan kentut karena gak bisa kentut bisa meninggal (bukti)

Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut, karena masalah perkentutan seringkali dinilai salah dari sisi etika dan kesopanan. Tapi jangan remehkan kentut, karena orang bisa meninggal hanya gara-gara tak bisa mengeluarkan gas dari tubuh.

Dalam frekuensi normal, kentut merupakan hal yang sehat karena menandakan sistem pencernaan khususnya gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan dengan normal.

Bila frekuensinya berlebihan, maka menandakan adanya gangguan di perut. Tapi yang lebih buruk dan dapat mengancam nyawa adalah bila orang tidak bisa mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya alias tidak bisa kentut.

Ketidakmampuan tubuh mengeluarkan gas atau kentut dari dalam tubuh dapat mengancam jiwa karena disebabkan oleh kondisi peritonitis. Peritonitis adalah peradangan (iritasi) dari peritoneum, yaitu jaringan tipis yang melapisi dinding bagian dalam perut dan mencakup sebagian besar organ perut.


http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXM.../6.+kentut.jpg



Dilansir dari Medlineplus, Rabu (15/9/2010), gejala dari peritonitis secara umum adalah sebagai berikut:

1. Perut (abdomen) sangat sakit, kembung dan kadang lembek. Rasa sakit akan semakin memburuk ketika perut disentuh atau bergerak.
2. Ketidakmampuan mengeluarkan gas atau kentut dari tubuh
3. Demam dan menggigil
4. Terdapat cairan di perut
5. Susah buang air besar
6. Kelelahan berlebihan
7. Hanya sedikit buang air kecil
8. Mual dan muntah


Peritonitis dapat mengancam kehidupan dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbeda. Ada tiga jenis peritonitis, yaitu sebagai berikut:

1. Peritonitis spontan
Peritonitis spontan biasanya disebabkan oleh infeksi ascitesascites, yaitu pengumpulan cairan dalam rongga peritoneal. Hal ini biasanya terjadi karena gagal hati atau ginjal.

Faktor risiko meliputi penderita penyakit hati termasuk orang yang mengosumsi alkohol berlebihan dan penyakit lainnya yang mengarah ke sirosis, seperti virus hepatitis kronis (hepatitis B atau hepatitis C).

2. Peritonitis sekunder
Peritonitis sekunder memiliki beberapa penyebab
utama, salah satunya karena bakteri. Bakteri dapat memasuki peritoneum melalui lubang (perforasi) pada saluran pencernaan. Lubang tersebut dapat disebabkan oleh usus buntu yang pecah, radang lambung, perforasi usus, atau luka, seperti luka tembak atau pisau.

Peritonitis sekunder juga dapat terjadi jika empedu atau bahan kimia yang dilepaskan oleh pankreas (enzim pankreas) bocor ke selaput rongga perut.

Kontaminan asing juga dapat menyebabkan peritonitis sekunder jika masuk ke dalam rongga peritoneal. Hal ini dapat terjadi selama penggunaan kateter dialisis peritoneal atau tabung makan.

3. Peritonitis dialisis

Peritonitis dialisis adalah peradangan pada selaput rongga perut (peritoneum) yang terjadi ketika seseorang menerima dialisis peritoneal, yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke wilayah tersebut pada prosedur dialisis. Bakteri kulit atau jamur dapat menyebabkan infeksi.

Penyebab peritonitis harus diidentifikasi dan segera diobati. Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah menghubungi dokter atau rumah sakit, karena kondisi ini bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Pengobatan biasanya melibatkan operasi dan antibiotik.

 

Design By:
SkinCorner